Niat Menurut Hadis dan Implikasinya Terhadap Proses Pembelajaran

Ayep Rosidi

Abstract


Abstrak

 

Niat merupakan kunci diterima dan tidaknya suatu perbuatan ibadah seseorang. Apa yang seseorang dapatkan merupakan buah dari apa yang ia niatkan. Agar tidak ada kekliruan terhadap pemahaman niat, diperlukan kajian yang mendalam tentang hadis yang berkaitan dengan niat. Kajian tersebut diawali dari melihat sanad dan matannya, kritik matan dan sanadnya, setelah itu baru memahami isi kandungannya. Dengan demikian pemahaman yang benar akan didapatkan dan akan berimplikasi terhadap perbuatan ibadah seseorang. Hal ini karena hanya hadis yang mempunyai status shohih yang bisa dijadikan hujjah dan pedoman ketika kita melakukan suatu perbuatan ibadah termasuk di dalamnya pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan akan bernilai ibadah ketika diniatkan ikhlas karena Allah.

 

Kata kunci: hadis; niat; pembelajaran

 

Intentions According to Hadith and Its Implications to the Learning Process

 

Intention is the key received and whether or not an act of worship of a person. What did someone get the fruit of what he intended. So no kekliruan towards the understanding of intent, required in-depth study of the hadith related by intention. The study begins from seeing sanad and matannya, honor and sanadnya criticism, after it had to understand what it implies. Thus the true understanding will be obtained and will have implications on one's act of worship. This is because only a hadith that has shohih status which can be used as proof and guidance when we perform an act of worship including learning. Learning is done will be worth when intended sincere worship due to God.


Keywords


hadis; niat; pembelajaran

Full Text:

PDF

References


al-Adlabi, Shalahuddin ibnu Ahmad, 2004 Manhaj Naqd al-Matan 'Inda Ulama' al-Hadits al-Nabawi, terj. Qodirun Nur dan Ahmad Musyafiq, Metodologi Kritik Matan Hadis, Jakarta: Gaya Media Pratama.

http://nurulilmi.com/maudhui/hadis/339

Program Hadis, Kutubu al-Tis’ah al Hadits al Syariif.

Qardhawi, Yusuf, 1997. Kaifa Nata’amalu ma’a al-Sunnah al-Nabawiyah, Terj. Muhammad al-Baqir, Bagaimana Memahami Hadits Nabi SAW, Bandung: Karisma.

Salamah Noor Hidayati, 2009. Kritik Teks Hadits: Analisis tentang ar-Riwayah bi al Ma’na dan Implikasinya bagi Kualitas Hadits, Yogyakarta: TERAS.

Sa’dullah Assa’idi,1996. Hadits Hadits Sekte, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subahar, Erfan, 2003. Menguak Fakta Keabsahan al-Sunah: Kritik Mustahafa al Siba’i terhadap Pemikiran Ahmad Amin Mengenai Hadits dalam Fajr al- Islam, Jakarta: Prenada Media.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.